Postingan

(after) kelulusan

Gambar
Kata lulus yang kita nantikan Ijazah yang kita dambakan Kini sudah ada di depan mata Memang kami senang, namun menyisakan kesedian yang teramat dalam Sebuah akhir cerita dari segalanya Sebuah epilog dari drama persahabatan Dari hari demi hari yang kita lalui bersama Membuat hidup alur cerita Sebuah perjalanan menuju kedewasaan Yang diiringi melodi percintaan Yang diselimuti alunan kasih sayang Kini hanyalah sebuah kenangan Waktu yang suda berlalu tidak bisa diputar ulang Hanya menyisakan serpihan rindu di dada seragam putih abu-abu yang kita banggakan kini tersimpan rapi di kamar pemandangan yang tidak enak dilihat setiap ada pertemuan, pasti disitu ada perpisahan waktu menjadi pembatas kita jarak menjadi pemisah kita namun kita akan tetap menjadi sahabat sejati sahabat yang tidak perlu mengerti karena persahabatan akan menerima hal yang tidak dimengerti

pupus

aku hanya ingin mengetahui kabar kamu kamu baik-baik saja itu sudah cukup tak perlu kau cemas akan mengganggu hubunganmu hubungan kamu dengan pacar barumu dan aku datang kembali bukan untukmu namun karena perihal urusan kerjaku memang  dulu kita pernah bersama yang berakhir dengan kegagalan kau boleh mengira bahwa itu semua aku yang salah karena jarang memberimu kabar aku hanya ingin kita belajar sabar berbicara denganmu seperlunya bertemu denganmu sebisanya karena cinta juga ada kadarnya namun perlu kau tahu kita diciptakan untuk bersatu bukan untuk dikalahkan oleh ragu namun memperjuangkan yang membuat kita merindu bagiku mencintaimu adalah pekerjaan yang menyenangkan karena aku percaya saat kita mencintai kita cukup memberi hati dan tidak berharap lebih aku memberikan hatiku padamu aku tahu………. mungkin kamu tidak memberikan hatimu padaku namun tak mengapa karena itu adalah mencintai yang sesungguhnya   aku ha...

Dari Aku Untuk Kamu

Dari Aku Untuk Kamu D ear kamu… A ku hanya ingin mengatakan perihnya R asa “yang tak kau balas” I mpian yang sirna, yang kau abaikan A ku hanya ingin K au hidup berbahagia U capkan kepadaku “selamat tinggal” U ntukmu aku merelakan buatnya N amun jangan kau kembali T epat kau sudah tak bersamanya lagi U ntuk menyambung dua utas tali yang putus K u tahu kau menyesal telah berbuat itu K arena itu, simpanlah penyesalanmu A ngkat wajahmu menatap langit M ulailah saat ini berpikir dewasa U ntuk yang terakhir kalinya “selamat tinggal”

Semu

Apa yang sebenanya kau cintai Hati atau kekosongan Siapa yang sesungguhnya kau dustai Dirimu sendiri atau kesedihan Apakah kamu pernah menyadari Bahwa, daun yang jatuh tidak pernah menyalakan angin Satu, dua goresan luka Tak membuat hati itu pergi Ego dan harga diri Yang telah membuat luka itu kembali Selalu saja berawal dari cinta Sayatan luka pada akhirnya Jika tawa hanya untuk menutupi air mata Lalu kapan manusia menemukan surganya...

Tanpa Kamu

Dunia tanpa senyummu, bagaikan bumi kehilangan suryanya Dunia tanpa candamu, bagaikan pelangi tanpa warnanya Dunia tanpa tangismu, bagaikan pohon tanpa daunnya Dunia tanpamu, bolehkan aku tiada?? Tanpamu aku hanyalah irama-irama letih Yang menciptakan lagu sedih Yang didengarnya membuat pedih ”Dunia tanpamu” lebih berat dari “dunia tanpaku” Karena dirimu adalah pelengkapku……